Manusia Lebih Mulia Daripada Jin, Jadi Mengapa Takut?
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Allah telah
menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk paling mulia di muka bumi
dengan kesempurnaan melebihi makhluk yang lain atas karunia dari Allah.
Jika seorang manusia memiliki iman yang kuat dan memiliki ilmu serta
menjaga batasan-batasan Allah. Maka setan akan menjauh darinya.
Allah telah menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk paling mulia di
muka bumi dengan kesempurnaan melebihi makhluk yang lain atas karunia
dari Allah.
Manusia dimuliakan oleh Allah dari makhluk yang lain
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ
الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا
تَفْضِيلاً
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut
mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang
baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-Israa’ : 70).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah menjelaskan:
بما خصهم به من المناقب وفضلهم به من الفضائل التي ليست لغيرهم من أنواع المخلوقات
“Karena Allah telah mengkhususkan manusia berupa kedudukan dan keutaman yang tidak ada pada makhluk lainnya”
Bahkan ulama menjelaskan bahwa manusia lebih mulia dari malaikat. Ahli tafsir terkemuka,
Imam Ibnu Katsir rahimahullah, menjelaskan:
وقد استدل بهذه الآية على أفضلية جنس البشر على جنس الملائكة
“Ayat ini menjadi dalil bahwa jenis manuisa lebih utama dari jenis malaikat”
Setan dan jin takut asalnya kepada Manusia
Jika seorang manusia memiliki iman yang kuat dan memiliki ilmu serta
menjaga batasan-batasan Allah. Maka setan akan menjauh darinya.
Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin Al Khaththab:
إِنِّي نَألَظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ. قَالَتْ: فَرَجَعْتُ
‘Sungguh, aku benar-benar melihat setan dari kalangan jin dan manusia lari dari ‘Umar.[1]
Demikian juga beliau bersabda:
والـذي نفسي بيده ما لقيك الشيطان سالكا فجّا إلا سلك فجا غير فجك
“Demi yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah setan menjumpaimu ketika
menempuh satu jalan, kecuali pasti mengambil jalan lain yang tidak
engkau lalui.”[2]
Demikian juga riwayat bahwa setan tidak jadi masuk masjid karena takut kepada seorang alim yang sedang tidur.
Jangan takut dengan Jin dan setan
Maksudnya adalah takut yang tidak beralasan, semisal melewati jalan
yang gelap, melewati kuburan atau pohon yang angker dengan alasan ada
jin atau setan yang akan menganggu atau menakut-nakuti. Ini tidak benar,
karena aslinya jin yang takut kepada manusia. hanya saja karena manusia
lemah imannya dan takut dahulu sehingga mereka menjadi berani kepada
manusia. jika direnungkan, dengan membaca doa dan dzikir yang sesuai
syariat maka cukup membuat jin atau setan lari dan tidak mengganggu
manusia dengan izin dari Allah. Bahkan seorang manusia memiliki iman
yang kuat dan memiliki ilmu serta menjaga batasan-batasan Allah, maka
setan akan menjauh darinya.
Semooga bermanfaat buat kita semua. jangan lupa berkomentar.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 Response to "Manusia Lebih Mulia Daripada Jin, Jadi Mengapa Takut? "
Post a Comment